IKN SIMBOL KEMAJUAN INDONESIA
Poin selanjutnya dari upaya
untuk mewujudkan tujuan bernegara adalah memajukan kesejahteraan umum.
Kegagalan penyebaran penduduk lewat kebijakan transmigrasi yang hanya berhasil
di wilayah sumatera, sedangkan Kalimantan dan Papua gagal. Selain itu, konvensi
lahan terbesar di pulau Jawa sebesar 43,79% sementara di Kalimantan baru 9,2%.
Memajukan kesejahteraan umum dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia
dengan konsep IKN yang terintegrasi, terkoneksi dan adaptif. Melalui pemindahan
IKN di Kalimantan Timur akan mengubah penyaluran-penyaluran bantuan kepada
rakyat Indonesia di luar pulau Jawa menjadi lebih adil dan merata.
Associate Professor NTU
Singapore Prof. Sulfikar Amir memaparkan jika pemindahan ibu kota terjadi
karena adanya ketimpangan ekonomi di Indonesia. Pulau jawa menyumbang 56% dari
total PDB Indonesia. Sehingga terdapat konsentrasi pusat ekonomi di pulau Jawa.
Oleh sebab itu, penting untuk memindahkan ibu kota supaya pertumbuhan ekonomi
merata. Lapangan pekerjaan akan tumbuh subur di sekitar kawasan IKN, investor
akan mempertimbangkan untuk membuka investasi di Kalimantan Timur dan
sekitarnya. Hal ini akan menguatkan rantai nillai domestik di kawasan Indonesia
timur.
Pemerintah pusat tidak akan
terlalu jauh untuk mengakomodir sarana dan prasarana yang mendukung
kesejahteraan rakyat Indonesia di pulau Sulawesi dan Papua serta pulau-pulau 3T
(Terdepan, Terluar dan Tertinggal) di wilayah timur Indonesia.
Poin melaksanakan ketertiban
dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial dapat
diwujudkan lebih mudah melalui pemindahan IKN di Kalimantan Timur. Lokasi IKN
di Kalimantan Timur terletak di wilayah strategis tengah wilayah Indonesia dan dilewati
Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar yang berperan sebagai
jalur laut utama nasional dan regional. Poin penting dari keadilan sosial
adalah terlaksananya pembagian dan pemerataan di wilayah barat dan timur
Indonesia secara adil, terbuka dan terintegritas. Menciptakan peradaban baru sebagai
representasi kemajuan bangsa dengan konsep modern,
smart, and green city.
Tata kelola IKN selain menjadi
sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia juga untuk mewujudkan IKN yang
aman, modern, berkelanjutan dan
berketahanan, serta menjadi acuan bagi pembangunan dan penataan wilayah lainnya
di Indonesia. Hal ini sesuai dengan visi Indonesia 2045 yaitu Indonesia Maju.
Mendukung visi ini, ekonomi Indonesia membutuhkan transformasi ekonomi yang
didukung oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah memanfaatkan sumber daya
manusia, infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan reformasi birokrasi untuk
hilirisasi industri.
Penanggung Jawab Tim
Koordinasi Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara Rudy S. Prawiradinata memaparkan
bahwa kontribusi ekonomi daerah timur baru mencapai sekitar 15 persen. 85
persen jumlah penduduk terpusat di pulau Jawa dan Sumatera. Melalui pemindahan
Ibu Kota ke Kalimantan Timur dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru
dengan menyiapkan enam kluster ekonomi dan dua kluster pendukung yang dapat
mendorong transformasi ekonomi sebagai tujuan besar Indonesia di tahun 2045
mendatang.
IKN akan memiliki enam kluster
ekonomi yang meliputi Industri Teknologi Bersih, Farmasi Terintegrasi, Industri
Pertanian Berkelanjutan, Ekowisata dan Wisata Kesehatan, Bahan Kimia dan Produk
Turunan Kimia, serta Energi Rendah Karbon. Terdapat pula dua kluster pendukung,
yaitu Pendidikan Abad ke-21 dan Smart
City Pusat Industri 4.0
Proses pembangunan IKN tidak
akan dihentikan atau ditunda sebab ada jaminan yuridis hasil pembentukan UU IKN
yang menjamin proses pemindahan IKN. Sehingga tidak serta merta bisa
dibatalkan. Kontinuitas kebijakan yang berkelanjutan harus terjadi meskipun
terdapat pergantian pemegang kekuasaan baik di rumpun eksekutif maupun
legislatif.
Dengan demikian, partisipasi aktif dan kritik membangun dari masyarakat Indonesia terhadap upaya pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur demi mewujudkan tujuan negara bangsa Indonesia dan Visi Indonesia 2045 sebagai negara maju dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-5 di dunia

Komentar
Posting Komentar