Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Left

"Jadi, bagaimana?" tanyaku "Kita sudah sampai" jawabnya "Lalu?" aku sungguh penasaran " ini adalah tempat tujuan kita, akhir dari perjalanan selama 3 jam tadi" jawabnya yang membuat keningku berkerut "Aku membuka mataku tiba-tiba, ternyata hanya mimpi" Untuk kamu yang baru bangun, selamat pagi cinta sejati😀 Ada kertas biru di bawah jam bekerku Isinya : Hi Selamat pagi pujangga hati Terimakasih sekali Sudah menjadi belahan hati Pantun yang menyesakkan Di baliknya ada kalimat lagi SAMPAI JUMPA KEMBALI Lani Dan air mataku jatuh...

Selat Yang Memisahkan Matematika

Ku merindukanmu Kamu benci mencintaiku Kita mengalah pada waktu Musim gugur pun tak membantu Ku habiskan penantian ini Dibawah cakrawala yang kini muram Horison menutup mata dan telinga Tak kuasa untuk mengintip Paus biru ikut bersuara Ternyata suara rintihnya yang menggema Aku terduduk di kabin ini Melihat hamparan laut yang menghitam Kau berbahagialah sekarang Aku akan menyusul segera Ketika nama pasanganmu terukir pada nisan Maka aku tetap di kapal ini Di dek yang basah oleh air tawar Ingat kapal haji blitar holland Jangan kau sampai salah naik Menatap kubus suci bersamamu Tak apa jika kau tak mau Akan ku buat sajak untukmu Ku ceritakan pelarian di atas kapal Ku ceritakan air mata di jendela kabin Ku ceritakan darah di samping cerobong asap Dari cintamu yang ribuan kilometer jauhnya

Parahyangan Yang Dingin

Rinduku dibawah lembayung ungu Ku harap sampai padamu Ku harap rinduku jadi rindumu Ku harap semesta mendukungku Tuk sampaikan rinduku padamu Pulanglah, atau aku menjemputmu Pulanglah untukku Kalau kau tidak mau untuk itu Pulanglah untuk teman-temanmu Aku memang sebutir debu bagimu Butiran yang hanya mengganggumu Aku sedang berusaha menjadi debu Agar kau menepisku Agar kau melihatku Dengan begitu aku dapat melihatmu Dengan begitu aku dapat menggapaimu Tapi apa daya bagiku Anganku terhadapmu hanyalah asa yang menyakitiku

Merah Putih Ceria

Pagi ini awan putih tebal di langit biru Matahariku yang ke 6544 Pagi ini masih ku ingat rangkaian kata itu Di dalam amplop biru bercorak hitam Ah, betapa senangnya hatiku Kau menuliskan sajak merah hati untukku Aku tersenyum selama 3 jam setelah itu Malamku ditemani matahari kala itu Purnama tidak sanggup memberikan sinarnya padaku Aku segera mengkhayal akan hari esok di sekolah Gedung 1 lantai yang menyampaikan rasa hati ke tujuan Aku masih ingat yang dulu terjadi Kejadian yang telah menjadi memori bagi tembok kelasku Aku berjalan di lorong kelas Terkesiap karena rambut kudaku ada yang menyentuh Ah kenangan yang indah untuk mengisi waktu luangku Kenangan yang menggelitik untuk 17 tahun ini Hei kau, apa kabar? Masihkah setia seperti dulu? Atau ingin cepat berlalu? Terimakasih banyak untuk yang lalu Dulu sekali Indah dan sangat menyenangkan Kini kita bermetamorfosa Aku ingat wajahmu Kau pun ingat wajahku Tetapi perasaan kita yang dulu ada Kini menguar entah ke...