BERAGAM KEUNTUNGAN G20 BAGI INDONESIA



G

20 (Group of Twenty) adalah forum kerjasama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) yang memiliki kelas pendapatan menengah hingga tinggi, negara berkembang hingga negara maju. 19 negara tersebut diantaranya Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Argentina, Brazil, Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi, Turki, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Australia dan Uni Eropa. G20 tidak memiliki pemimpin atau ketua tetap. Fungsi presidensi dipegang oleh salah satu anggota selama satu tahun.

Forum G20 menjadi bagian penting dunia karena merepresentasikan lebih dari 2/3 penduduk dunia, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Untuk Indonesia, forum G20 membawa beragam keuntungan di berbagai bidang. Salah satunya adalah dibidang kesehatan. Presidensi G20 Indonesia menghasilkan Call to Action tentang pembiayaan penanggulangan tuberculosis. Tuberculosis (TBC) adalah penyakit penyebab kematian paling banyak urutan ke-2 akibat penyakit menular secara global, setelah Covid-19. Dampak gabungan dari TBC dan Covid-19 dapat memicu ketidaksetaraan dan melemahkan ekonomi negara.

Pandemi Covid-19 menerapkan pendekatan One Health untuk mencegah, mempersiapkan dan menanggapi keadaan darurat kesehatan dan wabah penyakit, karena pandemi yang disebabkan oleh patogen zoonosis. Zoonosis adalah penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya, disebabkan oleh mikroorganisme parasit seperti bakteri, virus, jamur, cacing. Penularan penyakit melalui 3 cara yaitu langsung, tidak langsung dan terinfeksi ke makanan.

Dalam keadaan perekonomian dunia yang masih dalam terdampak Covid-19, Indonesia ingin mengajak seluruh negara untuk bergerak bersama demi mencapai pemulihan dunia yang lebih kuat dan berkelanjutan. Tahun kebangkitan kembali negara-negara pasca pandemic Covid-19 bersamaan dengan momentum Presidensi G20 di Indonesia. Kondisi ini memberi banyak keuntungan bagi Indonesia di bidang ekonomi bagi Indonesia. Presidensi G20 di tengah pandemi membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi terhadap krisis. Penyelenggaraan G20 di Indonesia juga sebagai upaya memperkenalkan pariwisata dan produk-produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional, dengan begitu diharapkan dapat turut menggerakkan ekonomi Indonesia. Indonesia dapat menorkestrasi agenda pembahasan pada G20 agar mendukung dan berdampak positif dalam pemulihan aktivitas perekonomian negara.

Indonesia berkesempatan menunjukkan kepemimpinan dalam pemulihan ekonomi global di kancah internasional. Indonesia menjadi fokus perhatian dan daya tarik untuk para pelaku ekonomi dan keuangan internasional. Pertemuan G20 di Indonesia menjadi sarana memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan Indonesia kepada dunia Internasional, yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi Indonesia.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, gelaran G20 akan menciptakan kontribusi US$ 533 juta atau sekitar Rp7,4 triliun pada PDB Indonesia. Melalui Presidensi Indonesia dalam KTT G20 dapat meningkatkan konsumsi dosmetik hingga Rp1,7 triliun. Rangkaian kegiatan G20 di Indonesia akan melibatkan UMKM dan menyerap tenaga kerja sekitar 33.000 orang.

Menurut Menteri Koperasi dan UMK Teten Masduki, Presidensi Indonesia dalam KTT G20 akan mendorong investasi pada UMKM dalam negeri dengan dukungan investor global negara-negara G20 sebanyak 80%. Forum G20 juga menjadi momentum Indonesia menunjukkan keberhasilan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja.

Dengan demikian, diharapkan partisipasi aktif masyarakat Indonesia dalam mendukung penyelenggaraan forum internasional G20 Indonesia tahun 2022. Partisipasi aktif dan positif dilakukan melalui pengabdian masyarkat terhadap bidang kerja pribadi masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TMII

W20 DAN DAMPAK POSITIFNYA BAGI PEREMPUAN INDONESIA