KATA KALBU
MANJIJIKAN
Hitam legam nan
membungkam
Pendek jelek nan
congkak
Tak berleher nan
membungkuk
Hai pak tua
Noda apa yang
telah ku beri?
Engkau
mempertanyakan keyakinanku?
Tenanglah pak
tua
Aku akan
menjawabnya
Dengan berani
dan lantang
Garis keras apa
yang kau maksud wahai pak tua?
Atas dasar apa
engkau bertanya wahai pak tua?
Benarkah semua
ini karena ketidakhadiranku?
Aku juga
mempunyai hak yang kau lupakan
Keyakinanku
dipertanyakan untuk pertama kalinya
Sungguh tajam
harimaumu itu pak tua
Kau memang berhak untuk bertanya
Wahai pak tua
Pertanyaanmu menyinggung hati ini
Wahai pak tua
Pertanyaanmu menuduh jasad ini
Aku menyesal mengikutimu
Aku terlena oleh hubungan itu
Aku ingin lepas dari bayanganmu
Berpuluh tusuk jarum kudapatkan karena
mengikuti dirimu
Ku abaikan perintah di kitabku
Tidak seharusnya aku berlatih pada orang
sepertimu
Aku telah melupakan hal penting pak tua
Kau bukanlah bagian dari agamaku
Kau bukanlah bagian dari keyakinanku
Kau sama sekali tidak berharga di depan
mataku
Kau sama sekali tidak membawa perubahan
kepadaku
Kau hanya benang merah dalam amygdala
jasad ini
Islam agamaku
Islam keyakinanku
Islam kehidupanku
Islam kematianku
Itulah jawabnya wahai pak tua
Puaskah engkau dengan jawaban yang ku
beri?
Kau hanya berumur tua
Tidak dengan mulutmu
Tidak dengan pikiranmu
Terima kasih atas sedikit ilmu yang ku
dapat
Maafkan jasad ini yang tak lagi hormat
pada dirimu
Wahai pak tua
Semoga engkau menuai apa yang engkau
tanam
Komentar
Posting Komentar