Selat Yang Memisahkan Matematika
Ku merindukanmu
Kamu benci mencintaiku
Kita mengalah pada waktu
Musim gugur pun tak membantu
Ku habiskan penantian ini
Dibawah cakrawala yang kini muram
Horison menutup mata dan telinga
Tak kuasa untuk mengintip
Paus biru ikut bersuara
Ternyata suara rintihnya yang menggema
Aku terduduk di kabin ini
Melihat hamparan laut yang menghitam
Kau berbahagialah sekarang
Aku akan menyusul segera
Ketika nama pasanganmu terukir pada nisan
Maka aku tetap di kapal ini
Di dek yang basah oleh air tawar
Ingat kapal haji blitar holland
Jangan kau sampai salah naik
Menatap kubus suci bersamamu
Tak apa jika kau tak mau
Akan ku buat sajak untukmu
Ku ceritakan pelarian di atas kapal
Ku ceritakan air mata di jendela kabin
Ku ceritakan darah di samping cerobong asap
Dari cintamu yang ribuan kilometer jauhnya
Kamu benci mencintaiku
Kita mengalah pada waktu
Musim gugur pun tak membantu
Ku habiskan penantian ini
Dibawah cakrawala yang kini muram
Horison menutup mata dan telinga
Tak kuasa untuk mengintip
Paus biru ikut bersuara
Ternyata suara rintihnya yang menggema
Aku terduduk di kabin ini
Melihat hamparan laut yang menghitam
Kau berbahagialah sekarang
Aku akan menyusul segera
Ketika nama pasanganmu terukir pada nisan
Maka aku tetap di kapal ini
Di dek yang basah oleh air tawar
Ingat kapal haji blitar holland
Jangan kau sampai salah naik
Menatap kubus suci bersamamu
Tak apa jika kau tak mau
Akan ku buat sajak untukmu
Ku ceritakan pelarian di atas kapal
Ku ceritakan air mata di jendela kabin
Ku ceritakan darah di samping cerobong asap
Dari cintamu yang ribuan kilometer jauhnya
Komentar
Posting Komentar